Total Tayangan Halaman

Sabtu, 31 Desember 2011

LALAI

Saat matahari menyembunyikan wajahnya, saat itu pula ketakutan dalam kesendirian merangkul

Terasa asing, terasa sunyi, atau bahkan terasa setengah mati

Hanya bisa membisu, termenung menanti surya

Kepekatan sepi semakin menusuk syaraf

Sungguh menggangguku...

Rasakanlah, jantung ini masih berdegup, nadi ini masih berdetak

Aku masih hidup dalam kefanaan

Tak pelak dengan ketidakpastian,

Kaki ini mulai melangkah, kubiarkan tulang bebas menggerakkan tubuh

Hati ini tidak menginginkan manusia setengah mati

Disana masih ada teman, aku telah melupakan kehadiranNya

Tak tampak tapi selalu disisi,

Astaghfirullah...bagaimana aku bisa membiarkan kebodohan ini menerkam sebagian usiaku?

Aku masih memilikiNya, kubiarkan mata hati mencari cahaya

Kuingin kembali menstimulasi dendrit yang telah lama mati

menyambungkan Dia dengan ruhku

Kubiarkan tasbih mengalir dalam setiap hela nafas dan aliran darah

Rasakan energi cintaNya disetiap instrumen tubuh

Saat itu pula keindahan bersyukur kembali mengurai senyum dan tangisan bahagia

Aku milikMu...ya, aku bersyukur telah kembali padaMu

Maaf aku lalai, aku telah membiarkan kesepian memakan usia dalam kesia-siaan

Kini aku tidak akan takut ketika malam menyentuh retinaku

Karena disaat itulah aku bisa berbincang denganMu dengan lepas

Mendekatkan hati, hanya demi sesutu yang tidak ternilai hingga akhir kehidupan

Terima kasih telah mengembalikan cahaya malam...Rabbi ku



*‘Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingar Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati kita menjadi tenteram.’ (QS. ar-Ra’d : 28).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar