Saat matahari menyembunyikan wajahnya, saat itu pula ketakutan dalam kesendirian merangkul
Terasa asing, terasa sunyi, atau bahkan terasa setengah mati
Hanya bisa membisu, termenung menanti surya
Kepekatan sepi semakin menusuk syaraf
Sungguh menggangguku...
Rasakanlah, jantung ini masih berdegup, nadi ini masih berdetak
Aku masih hidup dalam kefanaan
Tak pelak dengan ketidakpastian,
Kaki ini mulai melangkah, kubiarkan tulang bebas menggerakkan tubuh
Hati ini tidak menginginkan manusia setengah mati
Disana masih ada teman, aku telah melupakan kehadiranNya
Tak tampak tapi selalu disisi,
Astaghfirullah...bagaimana aku bisa membiarkan kebodohan ini menerkam sebagian usiaku?
Aku masih memilikiNya, kubiarkan mata hati mencari cahaya
Kuingin kembali menstimulasi dendrit yang telah lama mati
menyambungkan Dia dengan ruhku
Kubiarkan tasbih mengalir dalam setiap hela nafas dan aliran darah
Rasakan energi cintaNya disetiap instrumen tubuh
Saat itu pula keindahan bersyukur kembali mengurai senyum dan tangisan bahagia
Aku milikMu...ya, aku bersyukur telah kembali padaMu
Maaf aku lalai, aku telah membiarkan kesepian memakan usia dalam kesia-siaan
Kini aku tidak akan takut ketika malam menyentuh retinaku
Karena disaat itulah aku bisa berbincang denganMu dengan lepas
Mendekatkan hati, hanya demi sesutu yang tidak ternilai hingga akhir kehidupan
Terima kasih telah mengembalikan cahaya malam...Rabbi ku
*‘Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingar Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati kita menjadi tenteram.’ (QS. ar-Ra’d : 28).
Kehidupan ini sangat menyenangkan. Berjalan dengan imajinasi membuat dunia lebih berwarna. Imajinasi membentuk mimpi yang nantinya akan menjadi kenyataan. Tak perlu paksaan, dengan kebebasan saja sesuatu hal akan terlihat lebih indah. Semua ini terlihat sangat sederhana tapi sulit dilakukan karena ketakutan terhadap aturan duniawi yang seharusnya tidak perlu ditakuti karena hukum yang asli hanya dari Rabb bukan manusia.
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 31 Desember 2011
Sisi Lain
Tidak paham dengan apa yang telah terjadi dalam sebuah hati ini. Ingin diartikan begini, tapi kurang tepat, ketika diartikan begitu, takut tidak sesuai. Maka kuputuskan untuk menyusuri sisi lain. Memilih jalan yang belum q tempuh. Mungkin jalan ini yang terbaik, meski belum pasti tapi apa salahnya dijalani.
Hujan dini tadi temani obrolan denganNya, akan ada kejutan disetiap tetesnya meski terkadang tidak kita sadari.Rasanya Allah masih menguji hati ini. Bertemu dengan berbagai topeng rasa yang siap bermain dalam panggung. Memainkan peran segala aksen sesuai pribadinya. Kali ini mungkin tidak terlihat keasliannya, tapi biarkan waktu menjawabnya. Suatu saat nanti topeng itu akan terbuka memperlihatkan wajah aslinya. Dan disitulah hati di uji. Bertahan atau memilih langkah lainnya.
Hidup ini sebuah pilihan. Untuk itulah harus ada keyakinan untuk bisa melaluinya, berani bermimpi dengan tetap menjaganya agar tetap hidup, dan berjuang mewujudkannya. Aku percaya, tujuanku menggapai pelangi akan terwujud karena Allah akan setia disisiku. Selamanya, karena itu aku memilih "dia" yang mencintaiku karena Allah. Siapa "dia"??? Wallahu Alam Bishawab (^o^).
Hujan dini tadi temani obrolan denganNya, akan ada kejutan disetiap tetesnya meski terkadang tidak kita sadari.Rasanya Allah masih menguji hati ini. Bertemu dengan berbagai topeng rasa yang siap bermain dalam panggung. Memainkan peran segala aksen sesuai pribadinya. Kali ini mungkin tidak terlihat keasliannya, tapi biarkan waktu menjawabnya. Suatu saat nanti topeng itu akan terbuka memperlihatkan wajah aslinya. Dan disitulah hati di uji. Bertahan atau memilih langkah lainnya.
Hidup ini sebuah pilihan. Untuk itulah harus ada keyakinan untuk bisa melaluinya, berani bermimpi dengan tetap menjaganya agar tetap hidup, dan berjuang mewujudkannya. Aku percaya, tujuanku menggapai pelangi akan terwujud karena Allah akan setia disisiku. Selamanya, karena itu aku memilih "dia" yang mencintaiku karena Allah. Siapa "dia"??? Wallahu Alam Bishawab (^o^).
isi hati
Tidak ada yang lebih indah ketika aku disandingkan denganmu
Tidak ada yang lebih bahagia ketika kau menjadi imamku
Yah..suatu hari nanti,
Dia akan datang dengan genggaman yang menguatkanku, sandaran disetiap risauku, pelukan yang menenangkan, serta kata dan tindakan yang membimbingku dekat dengan Allah
Dia adalah muhrimku yang telah halal
Ya Rabb....
Tidak tahu mengapa disetiap doa yang kupanjatkan terselip keinginan menjadi jodohnya
Allah...jika dia lelaki terbaik untuk kehidupanku saat ini dan selamanya
Perkenankan aku menjadi tulang rusuknya dan jadikan dia imam terbaik disisa usiaku
AMIN YA RABB....
(kebaikan itu indah dan berkahpun tidak akan jauh darinya. Berlarilah menuju kebaikan itu, cahaya Islam telah mendekat, segera berbenahlah, dan jadilah imamku)
*step1 to the rainbow
Tidak ada yang lebih bahagia ketika kau menjadi imamku
Yah..suatu hari nanti,
Dia akan datang dengan genggaman yang menguatkanku, sandaran disetiap risauku, pelukan yang menenangkan, serta kata dan tindakan yang membimbingku dekat dengan Allah
Dia adalah muhrimku yang telah halal
Ya Rabb....
Tidak tahu mengapa disetiap doa yang kupanjatkan terselip keinginan menjadi jodohnya
Allah...jika dia lelaki terbaik untuk kehidupanku saat ini dan selamanya
Perkenankan aku menjadi tulang rusuknya dan jadikan dia imam terbaik disisa usiaku
AMIN YA RABB....
(kebaikan itu indah dan berkahpun tidak akan jauh darinya. Berlarilah menuju kebaikan itu, cahaya Islam telah mendekat, segera berbenahlah, dan jadilah imamku)
*step1 to the rainbow
Jumat, 30 Desember 2011
Izinkan aq yang menanggungnya
Aku bukan Fathimah Az Zahra binti Muhammad SAW, yang memiliki ketegaran dalam menghadapi tekanan dan penyiksaan yang menimpa keluarganya
Aku juga bukan Ismail bin Ibrahim a.s yang telah berjanji untuk sabar menghadapi cobaan dari Allah untuk disembelih, lalu beliau menepati janjinya untuk tetap bersabar
Aku hanya manusia biasa yang terkadang khilaf dan memiliki banyak coretan hitam di dalam catatan amal "ruh insan"
Aku seorang manusia yang bermandikan kehinaan, manusia yang memiliki hati batu, bahkan bisa dinilai aku salah satu manusia yang tidak pantas untuk mengecam kehidupan. Tapi, melihatnya menangis, mendengar isakannya, nuraniku tergerak...Ya Rabb, hatiku memang telah mati, tapi dilubuk hati terdalam masih tersisa kehidupan. Itu semua karena "dia", "dia" yang sangat kucintai. Tak ingin rasanya melihat "dia" bersedih menanggung beban sendiri. Aku rela menggantikan posisinya, kesakitannya, deritanya, kesedihannya biarkan aku yang rasakan. Ya Rabb, izinkan aku yang menanggungya dan biarkan "dia" bahagia tanpa derita. Aku sangat mencintainya Ya Rabb, benar-benar mencintainya. Aku ingin "dia" bahagia tanpa beban. Mengingat perbincangan Rasulullah SAW dengan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, membuat nurani ini semakin yakin, dengan kerendahan hati aku memohon dengan sangat untuk bersedia menanggung kesakitannya. Ya Rabb, izinkan aku yang menanggungya...Kabulkanlah...Amin.
Aku juga bukan Ismail bin Ibrahim a.s yang telah berjanji untuk sabar menghadapi cobaan dari Allah untuk disembelih, lalu beliau menepati janjinya untuk tetap bersabar
Aku hanya manusia biasa yang terkadang khilaf dan memiliki banyak coretan hitam di dalam catatan amal "ruh insan"
Aku seorang manusia yang bermandikan kehinaan, manusia yang memiliki hati batu, bahkan bisa dinilai aku salah satu manusia yang tidak pantas untuk mengecam kehidupan. Tapi, melihatnya menangis, mendengar isakannya, nuraniku tergerak...Ya Rabb, hatiku memang telah mati, tapi dilubuk hati terdalam masih tersisa kehidupan. Itu semua karena "dia", "dia" yang sangat kucintai. Tak ingin rasanya melihat "dia" bersedih menanggung beban sendiri. Aku rela menggantikan posisinya, kesakitannya, deritanya, kesedihannya biarkan aku yang rasakan. Ya Rabb, izinkan aku yang menanggungya dan biarkan "dia" bahagia tanpa derita. Aku sangat mencintainya Ya Rabb, benar-benar mencintainya. Aku ingin "dia" bahagia tanpa beban. Mengingat perbincangan Rasulullah SAW dengan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, membuat nurani ini semakin yakin, dengan kerendahan hati aku memohon dengan sangat untuk bersedia menanggung kesakitannya. Ya Rabb, izinkan aku yang menanggungya...Kabulkanlah...Amin.
Kamis, 29 Desember 2011
Teman "dumay"
Apa kalian pernah mempunyai teman "dumay"??pasti 95% jawabannya adalah "pernah". Tapi apakah itu bertahan lama??mungkin sampai lebih dari tahun misalnya. Emmhh...mungkin diantara kalian pasti ada yang menjaga komunikasi dengan teman "dumay" hingga saat ini. Yah...saya salah satu contohnya. Ingin tertawa rasanya mengingat hubungan saya dengan teman "dumay" yang terjalin sampai 3,5 tahun tapi tidak pernah ketemu batang hidungnya. Sebut saja teman "dumay" saya si "Ilalang". Setiap ada keinginan bertemu dan rencana telah disusun dengan baik eh ternyata gagal. Ada saja halangan. Ya mungkin belum waktunya. Meskipun kami belum pernah ketemu, hubungan kami sangat dekat. Dia senang bercerita tentang kehidupannya. Bahkan mengenai hal yang sangat sensitifpun dia ceritakan pada saya. Meski dia hanya sekedar seorang teman "dumay", masalah yang pernah dia ceritakan tetap saya jaga kerahasiaannya. Saya salut dengan semangat hidup yang dijalaninya. Berbeda dengan saya, terkadang saya malu dengan diri saya sendiri. Mengapa hati ini sangat rapuh? mengapa dia sangat kuat? Kenapa dia mampu bertahan? kenapa saya tidak? arrrgggghh...betapa pecundangnya saya jalani hidup. Ketakutan-ketakutan itu menghambat perjalanan hidup saya. Harus segera dihentikan. Percuma hidup jika hanya ada rasa takut, tidak ada gunanya.
Siang tadi saya membuka akun FB. Biasalah, ingin melihat status teman-teman dan apakah ada notification yang belum terbaca. Tiba-tiba Ilalang menchat saya. Liburan ini dia mengajak saya hiking ke Gunung Slamet di Purwokerto, sekalian ketemuan setelah sekian tahun tidak pernah bertatap muka sama sekali. Tapi, hal itu tidak memungkinkan untuk meng"iya"kan permintaannya. Kenapa??? karena masih ada tanggungan kuliah yaitu "skripsi"dan belum tentu ibu menyetujui permintaan saya. Apalagi berhubungan dengan hiking, wah bisa-bisa ceramah 3 hari 3 malam nih. Gawat!!!!hahahaha....Jadi saya cuma bisa bilang, liat sikon ya sob. Mungkin ada mukjizat yang datang tiba-tiba (ngarep : mode on). Ya sudahlah, jalani dulu yang sekarang. Rencana kedepan akan saya pikirkan lagi. Semoga Allah memberikan kesempatan untuk bertemu dengan Ilalang dalam waktu dekat ini. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
