Total Tayangan Halaman

Kamis, 06 September 2012

AKU ada untukmu

           Aku memang tidak      pintar menghibur, 
tapi setidaknya kau merasa tenang dengan kata-kataku
       Aku memang tidak bisa membuatmu tertawa, 
tapi setidaknya aku bisa membuatmu tersenyum bahagia
     Aku memang tidak bisa berada disisimu saat ini, 
         tapi setidaknya doaku selalu mengiringimu
   dan aku memang tidak terlihat nyata dihadapanmu 
tapi setidaknya aku akan selalu ada disaat kau butuhkan

Hilang Arah


Langkah kaki ini kian gontai. Tak mengerti harus kemana derap kaki berjalan. Semua terlihat tampak menjauh. Kemalasan inilah yang membuatku jauh dari impian. Ragu selalu membayangi setiap mimpi yang tercipta. Mengapa aku begitu bodoh? Mengapa hanya bisa berkhayal? Menonton impian kawan tercapai satu-persatu. Tidakkah kau ingin merasakan kebahagiaan yang sama dengan kawanmu? Aku benci sikapku yang makin merendah. Segala kesempatan tidak kau jemput. Usahamu nol dan yang paling menjijikkan adalah semangatmu yang seperti tai ayam. Kau tau itu. Kau sadar hal itu. Tapi mengapa masih saja kau terdiam membisu. Melihat jiwamu terenggut oleh kerendahan martabat. Auramu tak terlihat. Musnah sudah karena ketakutan dan kesenangan semata.
Pandanglah dunia lebih lekat. Mereka menunggumu diujung sana. Mereka mengharapkanmu berada dalam puncak keberhasilan. Masihkah kau berdiri diambang kemusnahan tanpa cahaya? Pergilah kau dari duniamu saat ini. Hatiku terus menceramahiku. Berorasi selayaknya pendemo kelas teri yang tak berotak. Menganggap mereka paling benar. Berpendapat yang Cuma dimulut doank tanpa bisa menunjukkan prestasi yang bisa mereka banggakan. Hashhh….lelah sudah aku memaknai hidupku ini. Hanya secawan abu yang tak berguna. Menunggu tiupan angin untuk berpindah tempat.
Oh Tuhan, mengapa dikehidupan manusia disisipkan keluhan? Tidakkah Kau tahu, itu sangat memalukan. Diriku yang selalu mengeluh, memintaMu untuk segera mencabut nyawaku atau menghilangkan ingatanku untuk berlari menjauhi kenyataan yang ada. Aku benci tingkahku yang pengecut. Aku benci kemunafikan yang tertancap dihidupku. Berpura-pura tegar padahal rapuh. Masih saja aku tidak bersyukur padaMu . Gelap sudah pikiranku. Perangaiku didunia ini tidak menjaminku berada dalam dekapanMu. Putus asa sudah jiwaku.
Aku mengerti sikapku sudah terlampau jauh untuk kembali dijalanMu. Aku terlalu malu untuk menengadahkan tanganku untuk memohon padaMu. Hambamu sudah terlalu hina untuk muncul memperlihatkan kembali raga dihadapanmu. Apa yang harus hamba lakukan untuk menebus semua kelalaian duniawi?

# Risalah 1

Ya Rabb...sentilan apa lagi yang kau coba peringatkan padaku? Kenapa kau buat hatiku tidak menentu? 
Apa salahku terlalu mencintainya? Apa karena aku telah mengabaikan lelaki yang tak letih menungguku? 
Apa ini balasan karena telah mengabaikan lelaki yang begitu tulus dan perhatiannya padaku? 
Apa ini karma Ya Rabb?
Katakan padaku, beri aku petunjuk. Apa yang harus aku lakukan?

Engkau tahu betapa rapuhnya aku, aku tidak bisa berpaling pada lelaki manapun. Hatiku telah menautkan cinta padanya. Seacuh apapun dia, seenggan apapun dia, aku mencoba bertahan semampuku. Meski tak terlihat upaya dia mempertahankan hubungan ini agar kembali baik, aku masih disini. Menunggunya. Aku akan belajar bersabar. Ya...sabar akan membawaku pada kebahagiaan. Aku akan lakukan yang terbaik semampuku. Hanya untuk dia. Aku makhluk yang memiliki kekurangan, begitupun dia. Aku akan belajar menerima kekurangannya. Seperti salah satu surat di Al Qur'an menyatakan 
"Jangan MENCARI tapi MENJADI..jangan mencari yang baik,tapi jadilah yang baik.jangan mencari yang sholeh,tapi jadilah akhwat sholehah..jangan mencari yang solehah,tapi jadilah ikhwan sholeh...karna walaupun kita mencari tapi diri kita tidak menjadi,ALLAH tidak akan memberikan..namun jika kita menjadi tanpa mencaripun ALLAH sudah menyiapkan karna untuk masalah jodoh,ALLAH akan memberikan sesuai dengan kepribadian & kadar keimanan kita..(QS.An-Nur:26).
Aku akan belajar menjadi wanita Sholehah yang berperilaku lebih baik dari sebelumnya. Supaya Allah memberikan pasangan hidup yang Sholeh sesuai kadar keimanan yang aku miliki. Ketulusanku tidak akan sia-sia karena aku percaya Allah akan memberikan balasannya lebih dari segala yang aku berikan pada orang lain. Aku yakin, Allah telah siapkan "imam" bagi kehidupanku mendatang. Imam yang menjadi tauladan keluargaku nanti. Amin Ya Rabbal'alamin.

Kamu dimana?

    Aku sudah tidak mengenal dirimu. aku merindukanmu yang dulu. Saat kau berusaha mendekatiku. saat kau tawarkan kebahagiaan. Saat kau beri aku perhatian, membuatku tertawa, dan menjanjikan kehidupan berkelanjutan. tapi seketika sikapmu sudah tidak semanis dulu, kenapa kamu berubah? tidak sadarkah kau? aku berkali-kali mengingatkanmu dengan celotehku, kau memang saat itu minta maaf dengan segala janji yang kamu ucap dan aku memaafkanmu. Tapi kemudian kamu ulangi lagi. sekali, dua kali tidak masalah. ini sudah kesekian kalinya. Kamu bilang takut membuatku kecewa, tapi kebohongan yang selalu kau tutupi membuat aku makin kecewa. Kau sudah tahu, aku paling benci dibohongi. Aku diam bukan berarti tidak tahu. Aku diam bukan berarti bodoh. Aku cuma ingin kau jujur apa adanya. Itu sudah cukup bagiku. jangan takut berkata jujur, meskipun kejujuranmu membuat aku marah toh kemarahanku tidak akan lama dan itu tidak kubiarkan mengendap. Jika aku tahu kamu bohong, aku kecewa, dan itu akan terendap. Sejahat apakah diriku dimatamu? semenakutkan apa diriku dihadapanmu? Aku jahat ya. Aku egois ya. Katakan padaku, aku ini salah apa? Jangan biarkan aku melakukan kesalahan.
Aku juga tidak paham posisiku dihidupmu itu apa? tidak sengaja ku membaca komentarmu di status temanmu.
X: "Kenapa Dit , diputusin ?"
U : betul d putusin 2taun yg lalu , skrg blm ada gnti nya :'( # curhat
HAH....apa maksudmu? mau bilang kalo itu cuma becanda gitu, astaghfirullah...punya hati ngga sih? ternyata selama ini aku cuma dianggap "hantu". kamu malu mengakui atau takut sama pacar kamu yang lain. sampai kapan aku harus menunggu? sampai kapan kamu menggantung statusku? sampai kapan hah, nunggu aku sekarat baru kamu mau ngakuin gitu. Tega ya...aku banggain kamu dihadapan teman-temanku sekarang ternyata yang aku banggain cuma nganggep aku "hantu". Hebat!!! aku acungin 2 jempol atau 4 jempol sekalian karena pintar mempermainkan hatiku. kepercayaanku sudah luruh. sakit. ketulusan kembali terabaikan..hahaha.
   Izin pada orang tuaku saja kau tak mampu. Tak ada inisiatif untuk menghubungi orang tuaku. Aku tidak ingin memaksa, makanya aku menunggu kesiapanmu. Aku juga ingin melakukan hal yang sama, ingin mengenal keluargamu lebih jauh. Aku serius. Tak ada tanggapan darimu untuk menuju keseriusan. Sudah 3bulan komunikasi kita tidak stabil. Telepon sebulan sekali, terkadang lebih dari sebulan. Keberatankah kamu menelponku dalam sebulan 4 kali atau minimal 2kali. kita bisa atur kapan kita gantian menelpon. Aku coba telepon kamu, jarang diangkat. Ada saja alasan yang kamu kemukakan. Kalau sudah malas atau tidak nyaman bilang. Jangan kasih harapan palsu. Kau buat aku terbang tinggi tapi akhirnya kau jatuhkan pula diriku. Apa itu keinginanmu? Kau pikir aku bodoh, cewek yang bisa dimanfaatkan sebagai penghibur, teman kesendirianmu, atau sekedar pecut penyemangat. Aku memang salah, tidak bisa menjadi cewek yang kamu inginkan, tidak ada disaat kamu butuhkan karena jarak yang memisahkan raga kita, aku memang belum mampu tapi aku akan berusaha. Perjuanganku memang tidak tampak bagimu. Ya...kau memang benar aku cuma "hantu", cewek yang bisa temanimu hanya lewat sms/telepon, cewek yang cuma bisa kasih perhatian dari jarak jauh. cewek yang tidak bisa kamu lihat, dan aku cuma cewek yang tidak bisa kamu  sentuh. Sekarang kamu puaskan. Kamu puas telah membuatku terlalu berharap, kamu puas telah berhasil merayuku, kamu puas bisa dapatkan perhatianku, dan kamu telah puas mengoyak hatiku. Sampai saat ini aku berusaha jaga hati. Laki-laki lain tidak artinya dibandingkan dirimu. Terserah mereka berkata apa tentang diriku, aku tidak peduli. Itu semua demi kamu. Kamu sadar ngga? sekarang aku sudah lelah. Aku benar-benar lelah. Usahaku mungkin tidak sebesar usahamu, perjuanganku mungkin tidak sekeras perjuanganmu, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, cintaku lebih besar dari yang kamu tahu. Aku ingin menjadi dirimu. Aku ingin merasakan bagaimana menjadi dirimu. Jangan salahkan aku jika aku berubah karena ingin menjadi sepertimu. Maaf aku sudah lelah menjadi "hantu" bagimu.