Total Tayangan Halaman

Selasa, 07 Agustus 2012

Skoliosis menderaku

Apakah kalian mengetahui penyakit skoliosis? setidaknya pernah mendengar kata skoliosis saat dibangku sekolahkan. Begitupun aku, hanya sedikit mengetahui informasi mengenai skoliosis, untuk lebih jelasnya ini ada info mengenai pengertian skoliosis yang aku copas dari Wikipedia.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis merupakan idiofatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya merupakan efek samping yang diakibatkan karena menderita kelainan tertentu, seperti distrofi otot, sindrom Marfan, sindrom Down, dan penyakit lainnya. Berbagai kelainan tersebut menyebabkan otot atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung.
Ahli bedah tulang (ortopedi) mengklasifikasikan idiofatik skoliosis ke dalam empat kategori berdasarkan usia penderita ketika kelengkungan tulang terlihat untuk pertama kalinya Keempat kategori tersebut adalah skoliosis idiofatik anak-anak, remaja, pada remaja yang berada di sekitar masa pubertas, dan dewasa.

Saya menjadi salah satu penderita skoliosis. Diumur saya yang menginjak 24 tahun, saya merasakan sakit tulang belakang. Awalnya saya biarkan, saya anggap itu hal biasa dan sebentar lagi juga sembuh. Tapi ternyata lama-kelamaan sakit itu makin menjalar ke daerah paru-paru. Makin hari punggung terasa tidak kuat menopang. Nafas mulai tidak teratur, sesak setiap hari. Karena sudah tidak kuat menahan, saya akhirnya menyerahkan pada ahlinya. Sedikit malas saya pergi ke RS. Disana banyak prosedur yang harus dijalani. Diantaranya: CT Scan dan tes darah. Kemudian dirujuk ke dokter ahli bedah syaraf dan tulang belakang. Disana saya didiagnosis (+) skoliosis. Mengenai sakit sesak saya, ini diakibatkan lengkungan tulang belakang yang membuat penyempitan paru-paru.