Total Tayangan Halaman

Kamis, 06 September 2012

Kamu dimana?

    Aku sudah tidak mengenal dirimu. aku merindukanmu yang dulu. Saat kau berusaha mendekatiku. saat kau tawarkan kebahagiaan. Saat kau beri aku perhatian, membuatku tertawa, dan menjanjikan kehidupan berkelanjutan. tapi seketika sikapmu sudah tidak semanis dulu, kenapa kamu berubah? tidak sadarkah kau? aku berkali-kali mengingatkanmu dengan celotehku, kau memang saat itu minta maaf dengan segala janji yang kamu ucap dan aku memaafkanmu. Tapi kemudian kamu ulangi lagi. sekali, dua kali tidak masalah. ini sudah kesekian kalinya. Kamu bilang takut membuatku kecewa, tapi kebohongan yang selalu kau tutupi membuat aku makin kecewa. Kau sudah tahu, aku paling benci dibohongi. Aku diam bukan berarti tidak tahu. Aku diam bukan berarti bodoh. Aku cuma ingin kau jujur apa adanya. Itu sudah cukup bagiku. jangan takut berkata jujur, meskipun kejujuranmu membuat aku marah toh kemarahanku tidak akan lama dan itu tidak kubiarkan mengendap. Jika aku tahu kamu bohong, aku kecewa, dan itu akan terendap. Sejahat apakah diriku dimatamu? semenakutkan apa diriku dihadapanmu? Aku jahat ya. Aku egois ya. Katakan padaku, aku ini salah apa? Jangan biarkan aku melakukan kesalahan.
Aku juga tidak paham posisiku dihidupmu itu apa? tidak sengaja ku membaca komentarmu di status temanmu.
X: "Kenapa Dit , diputusin ?"
U : betul d putusin 2taun yg lalu , skrg blm ada gnti nya :'( # curhat
HAH....apa maksudmu? mau bilang kalo itu cuma becanda gitu, astaghfirullah...punya hati ngga sih? ternyata selama ini aku cuma dianggap "hantu". kamu malu mengakui atau takut sama pacar kamu yang lain. sampai kapan aku harus menunggu? sampai kapan kamu menggantung statusku? sampai kapan hah, nunggu aku sekarat baru kamu mau ngakuin gitu. Tega ya...aku banggain kamu dihadapan teman-temanku sekarang ternyata yang aku banggain cuma nganggep aku "hantu". Hebat!!! aku acungin 2 jempol atau 4 jempol sekalian karena pintar mempermainkan hatiku. kepercayaanku sudah luruh. sakit. ketulusan kembali terabaikan..hahaha.
   Izin pada orang tuaku saja kau tak mampu. Tak ada inisiatif untuk menghubungi orang tuaku. Aku tidak ingin memaksa, makanya aku menunggu kesiapanmu. Aku juga ingin melakukan hal yang sama, ingin mengenal keluargamu lebih jauh. Aku serius. Tak ada tanggapan darimu untuk menuju keseriusan. Sudah 3bulan komunikasi kita tidak stabil. Telepon sebulan sekali, terkadang lebih dari sebulan. Keberatankah kamu menelponku dalam sebulan 4 kali atau minimal 2kali. kita bisa atur kapan kita gantian menelpon. Aku coba telepon kamu, jarang diangkat. Ada saja alasan yang kamu kemukakan. Kalau sudah malas atau tidak nyaman bilang. Jangan kasih harapan palsu. Kau buat aku terbang tinggi tapi akhirnya kau jatuhkan pula diriku. Apa itu keinginanmu? Kau pikir aku bodoh, cewek yang bisa dimanfaatkan sebagai penghibur, teman kesendirianmu, atau sekedar pecut penyemangat. Aku memang salah, tidak bisa menjadi cewek yang kamu inginkan, tidak ada disaat kamu butuhkan karena jarak yang memisahkan raga kita, aku memang belum mampu tapi aku akan berusaha. Perjuanganku memang tidak tampak bagimu. Ya...kau memang benar aku cuma "hantu", cewek yang bisa temanimu hanya lewat sms/telepon, cewek yang cuma bisa kasih perhatian dari jarak jauh. cewek yang tidak bisa kamu lihat, dan aku cuma cewek yang tidak bisa kamu  sentuh. Sekarang kamu puaskan. Kamu puas telah membuatku terlalu berharap, kamu puas telah berhasil merayuku, kamu puas bisa dapatkan perhatianku, dan kamu telah puas mengoyak hatiku. Sampai saat ini aku berusaha jaga hati. Laki-laki lain tidak artinya dibandingkan dirimu. Terserah mereka berkata apa tentang diriku, aku tidak peduli. Itu semua demi kamu. Kamu sadar ngga? sekarang aku sudah lelah. Aku benar-benar lelah. Usahaku mungkin tidak sebesar usahamu, perjuanganku mungkin tidak sekeras perjuanganmu, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, cintaku lebih besar dari yang kamu tahu. Aku ingin menjadi dirimu. Aku ingin merasakan bagaimana menjadi dirimu. Jangan salahkan aku jika aku berubah karena ingin menjadi sepertimu. Maaf aku sudah lelah menjadi "hantu" bagimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar