Pandanglah dunia lebih lekat. Mereka menunggumu
diujung sana. Mereka mengharapkanmu berada dalam puncak keberhasilan. Masihkah
kau berdiri diambang kemusnahan tanpa cahaya? Pergilah kau dari duniamu saat
ini. Hatiku terus menceramahiku. Berorasi selayaknya pendemo kelas teri yang tak
berotak. Menganggap mereka paling benar. Berpendapat yang Cuma dimulut doank
tanpa bisa menunjukkan prestasi yang bisa mereka banggakan. Hashhh….lelah sudah
aku memaknai hidupku ini. Hanya secawan abu yang tak berguna. Menunggu tiupan
angin untuk berpindah tempat.
Oh Tuhan, mengapa dikehidupan manusia disisipkan
keluhan? Tidakkah Kau tahu, itu sangat memalukan. Diriku yang selalu mengeluh,
memintaMu untuk segera mencabut nyawaku atau menghilangkan ingatanku untuk
berlari menjauhi kenyataan yang ada. Aku benci tingkahku yang pengecut. Aku
benci kemunafikan yang tertancap dihidupku. Berpura-pura tegar padahal rapuh.
Masih saja aku tidak bersyukur padaMu . Gelap sudah pikiranku. Perangaiku
didunia ini tidak menjaminku berada dalam dekapanMu. Putus asa sudah jiwaku.
Aku mengerti sikapku sudah terlampau jauh untuk
kembali dijalanMu. Aku terlalu malu untuk menengadahkan tanganku untuk memohon
padaMu. Hambamu sudah terlalu hina untuk muncul memperlihatkan kembali raga
dihadapanmu. Apa yang harus hamba lakukan untuk menebus semua kelalaian
duniawi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar